BATAM - Fantastis! Anggaran pengelolaan sampah Kota Batam tahun 2026 mencapai Rp 183.701.649.985 atau hampir Rp 200 miliar.

Angka jumbo itu tertuang dalam dokumen Rencana Kerja (Renja) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam.

Rinciannya, Rp 89 miliar untuk sarana prasarana TPA/TPST, Rp 19,3 miliar operasional, dan Rp 73,4 miliar untuk pengangkutan sampah.

Namun, kemana perginya ratusan miliar itu? Fakta di lapangan berkata lain.

Di TPA Punggur, muara 1.300 ton sampah Batam setiap hari, kondisinya masih seperti lautan sampah.

Alat berat yang menjadi jantung operasional TPA disebut rusak.

Antrean truk sampah mengular, gunungan sampah tak kunjung terurai, bahkan TPA ini sempat terbakar akibat gas metana.

Warga pun bertanya-tanya. Dengan anggaran hampir Rp 200 miliar, seharusnya TPA Punggur sudah modern, bukan seperti sekarang.

"Kalau anggaran segitu besar, masa alat berat rusak saja tidak bisa dibeli? Jangan-jangan anggaran menguap," celetuk seorang warga yang enggan disebut namanya.

Upaya media ini untuk mengkonfirmasi kemana saja aliran dana ratusan miliar tersebut kepada Kepala DLH Kota Batam, Dohar Mangalando Hasibuan, hingga kini belum mendapat jawaban.

Jika pengelolaan ratusan miliar tidak transparan dan kondisi TPA tetap buruk, publik wajar bertanya: Anggaran sampah Batam menguap kemana. (Dabo).